Kamis, 02 Mei 2019

BOIGRAFI ORANG BERJASA

Biografi Lalu Muhammad Zohri

Biografi Lalu Muhammad Zohri, Juara Dunia Lari 100 Meter asal NTB

Zohri lahir di Nusa Tenggara Barat (NTB). Masa kecilnya dihabiskan di Lombok Utara. Dia mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Pemenang Barat, lalu melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Pemenang. Saat SMP, bakat lari Zohri sudah mulai menonjol. Zohri kemudian diajak untuk mengikuti beberapa kejuaraan dan berhasil merebut prestasi membanggakan.

Zohri juga sosok pria mandiri. Dia sudah ditinggal orang tuanya saat masih belia. Ibunya meninggal saat Zohri masih duduk di bangku SD dan ayahnya menyusul setahun kemudian.Di pentas nasional, namanya mulai dikenal saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, April 2017.

Dia kemudian dipilih oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) memperkuat timnas di Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya, Juli lalu. 

Tampil di nomor 200 meter Johri merebut emas dengan catatan waktu 21.96 detik. Dia juga sempat ikut berlomba di Singapura. Namun dia batal turun karena mengalami cedera.Lalu Muhammad Zohri juga merupakan bagian dari timnas atletik Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018 nanti. Medali emas yang didapat dari Kejuaraan Atletik Dunia U-20 tentu saja menjadi modal penting bagi Johri pada multievent empat tahunan se Asia tersebut.

Asian Games 2018 sendiri akan berlangsung di Jakarta dan Palembang. Acara olahraga terbesar se-Asia tersebut akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018

PUISI

CINTA PAHLAWAN

Kau acungkan senjata
Kau teriakkan merdeka
Janji dan sumpah yang membara jiwa
Jadi semangat para generasi bangsa
Langkahmu tegap maju
Tak kenal takut genderang bertabuh
Moncong senapan lawan di depan
Tak gentar lawan ketidakadilan
Kau teriak merdeka atau mati
Cermin keberanian untuk kami
Menghadap lawan menyerang dengan berani
Tanpa ragu tanpa takut perjuangan membara api
Darah bertumpah ruah
Tak menjadi halangan memegang sumpah
Karena kemerdekaan bangsa adalah hak
Yang kau junjung dengan telak
Pahlawanku,
Tanpamu, bagaimana Indonesiaku
Tanpamu tak kukenal Indonesia Raya
Karena mu berkibar bendera pusaka
Merah dan putih kini selalu ku hormat
Dengan segenap jiwa dan juga raga
Pahlawanku,
Ajari kami tentang cintamu kepada bangsa
Ceritakan kepada kami tentang kasih tak kenal pamrih
Membela bangsa tanpa memandang agama
Menjunjung martabat negeri mengkokohkan jati diri
Pahlawanku,
Cinta kami kepadamu adalah janji
Untuk meneruskan perjuangan negeri
Semoga namamu tetap harum
Menjadi inspirasi dari generasi ke generasi

Cerpen

DUA WAJAH IBU\


Perempuan tua itu mendongakkan wajah begitu mendengar desingan tajam di atas ubun-ubunnya. Di langit petang yang temaram, ia melihat lampu kuning, hijau, dan merah mengerjap-ngerjap pada ujung-ujung sayap pesawat terbang.
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu. Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan kaki. Nyamuk di belantara beton ternyata lebih ganas ketimbang nyamuk-nyamuk rimba yang saban pagi menyetubuhi kulitnya saat menyadap karet nun jauh di pedalaman Sumatera-Selatan sana: Tanah Abang

Sinopsi film pendek


“SEKOLAH KU”
Andi adalah seorang anak yang hidup di sebuah desa yang masih asri. Andi seorang anak berumur 17 tahun yang tidak memiliki harapan lagi untuk melanjutkan sekolahnya di tingkat SMA, karena biaya yang terbatas. Suatu pagi seperti hari biasa dimana ia membantu ayahnya bekerja di sawah, ia terdiam melihat sekelompok anak mengenakan seragam, sepatu dan membawa tas hendak berangkat ke sekolah. Andi hanya bisa berangan-angan kapan ia bisa ikut bersama temannya berangkat sekolah. Harapan Andi untuk sekolah seakan tidak akan pernah terwujud, karena faktor kesejahteraan ekonomi yang rendah dan harus membantu orang tuanya sebagai buruh tani.
Di sore hari saat ia akan pulang dari sawah, ia melihat sekelompok orang membawa peralatan pertanian (cangkul, sabit dan lain-lain) dari arah berlawanan. Andi merasa keheranan dan bertanya-tanya mau pergi kemana orang-orang itu, mau pergi berunjuk rasa atau mengamuk warga. Namun semakin dekat massa tersebut, Andi sedikit kaget setelah melihat mereka juga  membawa alat tulis. Ketika mereka berpapasan, Andi diajak untuk ikut bergabung dan pergi bersama mereka.
Sesampainya mereka di tujuan, Andi baru tahu bahwa mereka menuju kesekolah yang ada di desanya. Sekolah baru itu adalah sekolah terbuka. Siswa sekolah itu tidak dibatasi umur layaknya sekolah umum yang ada. Sekolah ini memberikan pelayanan secara gratis bagi siswanya, pelayanan tersebut ialah gratis uang sekolah, alat tulis, dll. Siswa yang lulus dari sekolah ini pun mendapat sertifikat. Kegiatan pembelajaran di sekolah ini dilakukan 3 kali dalam seminggu disore hari selama 3 tahun, sehingga tidak mengganggu aktivitas siswanya. Dengan adanya sekolah terbuka, Andi bisa melanjutkan pendidikannya dan menggapai mimpinya yang belum tercapai selama ini



Kelompok literasi bahasa indonesia: Joe Taslim
joel, christoper, fakhri, ludy.